Framing Analysis of the Sexual Harassment Case of Pradikta Wicaksono

Authors

  • Hanafi Hanafi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Merry Fridha Tri Palupi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-4938-8985
  • Herlina Kusumaningrum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Keywords:

Realitas Sosial, Pelecehan Seksual Laki-Laki, Framing

Abstract

Kasus pelecehan dan kekerasan seksual terus meningkat setiap tahun, namun laki-laki sebagai korban masih “tidak terlihat” karena stigma yang menganggap mereka selalu kuat. Media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat mengenai isu ini. Penelitian ini menganalisis framing kasus pelecehan seksual Pradikta Wicaksono pada Tribunnews.com dan Konde.co selama Januari 2023. Dengan menggunakan teori konstruksi realitas sosial Berger dan Luckmann serta analisis framing Pan dan Kosicki, penelitian ini membandingkan cara kedua media membangun realitas tentang korban laki-laki. Hasilnya, Tribunnews.com menonjolkan personalisasi korban dan orientasi klik, sementara Konde.co menekankan kritik terhadap normalisasi pelecehan seksual di industri musik dan memberikan dukungan kepada korban. Penelitian ini merekomendasikan perlunya eksplorasi lebih lanjut mengenai kasus pelecehan seksual pada laki-laki, peningkatan sensitivitas media, serta pengembangan kebijakan dan lembaga yang menangani korban laki-laki.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alcantud, P. M. (2018). Key Concepts in Gender Studies. Masculinities & Social Change, 7(2), 211. https://doi.org/10.17583/mcs.2018.3574

Antika, R. (2022, August 18). Kekerasan Seksual pada Lelaki Disepelekan di Indonesia Akibat Toxic Masculinity. Vice.Com.

Ariyani, I. (2022, October 11). 6 Hal Yang Tidak Boleh Kamu Lakukan Dalam Menangani Pelecehan Seksual. Konde.Co.

Ashila, bestha I., & Barus, N. R. (2023, November). Kekerasan Seksual pada Laki-Laki: Diabaikan dan Belum Ditangani Serius. Ijrs.Ot.Id.

Ayuningrum, N. G. (2021). Analisis Wacana Kritis Komentar Seksual dalam Media Sosial Twitter Laki-Laki Berekspresi Gender Feminin. Jurnal Wanita Dan Keluarga, 2(2), 117–126. https://doi.org/10.22146/jwk.3620

Ching, A., & Azeharie, S. (2021). Studi Komunikasi Pengungkapan Diri Remaja Laki-Laki Feminin. Koneksi, 5(1), 200. https://doi.org/10.24912/kn.v5i1.10247

CNN Indonesia. (2023, January 28). KemenPPPA: RI Darurat Kekerasan Seksual Anak, 9.588 Kasus Selama 2022. Cnnindonesia.Com.

Dhani, A. (2018, November 1). Selera Rendahan Tribunnews, Penjilat Pantat SEO. Geotimes.Id.

Heychael, M. (2018, May 22). Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme? Remotivi.or,Id.

Keeble, R. L. (2010). Media Values. Troubador Publishing.

Khamdani, M. (2021). Psychological Impact of Early Chilhood Development Due to Sexual Violence. Journal of Creativity Student, 6(2), 187–206. https://doi.org/10.15294/jcs.v7i2.38493

Konde.co. (2023). Tentang Konde.co. Konde.Co.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2016). Theories of Human Communication. Waveland Press.

Mardliyah, A. (2018). Fenomena Clickbait di Tribunnews. com Ditinjau dari Kode Etik Jurnalistik Indonesia Periode Maret 2018. Jurnal Heritage, 6(1), 20–28.

Miranti, A., & Sudiana, Y. (2021). Pelecehan Seksual Pada Laki-Laki dan Perspektif Masyarakat terhadap Maskulinitas (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 7(2), 261. https://doi.org/10.30813/bricolage.v7i2.2809

Nikmatullah. (2020). Demi Nama Baik Kampus VS Perlindungan Korban: Kasus Kekerasan Seksual di Kampus . Qawwam: Journal For Gender Mainstreaming, 14(2), 37–53.

Reese, S. D. (2019). Hierarchy of Influences. In The International Encyclopedia of Journalism Studies (pp. 1–5). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118841570.iejs0023

Ridho, M. R., Hakim, M. R. T., & Khasanah, U. (2022). Diskriminasi Laki-Laki Sebagai Korban Kekerasan Seksual Perspektif Kesetaraan Gender. ADLIYA: Jurnal Hukum Dan Kemanusiaan, 16(1), 21–42.

Rizaty, M. A. (2023, February 7). Ada 25.050 Kasus Kekerasan Perempuan di Indonesia Pada 2022. Dataindonesia.Id.

Rizki, J. W. S. (2016). Kepemilikan Media dan Ideologi Pemberitaan. Deepublish.

Septiantoro, B., Gultom, R. A. G., & Octavian, A. (2018). Pengaruh Industri Media Nasional terhadap Media Warfare. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 22(2), 89. https://doi.org/10.31445/jskm.2018.220201

Sobur, A. (2017). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing. Remaja Rosdakarya.

Tiko. (2023, May 16). Peringkat Media Online di Indonesia, Suara.com 4 Besar Website Terbaik. Metro.Suara.Com.

Yoedtadi, M. G., & Pribadi, M. A. (2020). Alternative Media as Counter-Hegemony: A Case study of Konde.co and Magdalene.co. Proceedings of the 2nd Tarumanagara International Conference on the Applications of Social Sciences and Humanities (TICASH 2020). https://doi.org/10.2991/assehr.k.201209.013

Yuwono, I. D. (2018). Penerapan Hukum dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak. Media Pressindo.

Downloads

Published

2025-11-18

How to Cite

Hanafi, H., Palupi, M. F. T., & Kusumaningrum, H. (2025). Framing Analysis of the Sexual Harassment Case of Pradikta Wicaksono. Synergy: Journal of Communication and Media, 1(1), 42–52. Retrieved from https://sinergijournal.id/index.php/sjcm/article/view/40